Instrumen Kebijakan Moneter

Hallo sobat RBD! Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai pengertian, tujuan, dan jenis kebijakan moneter. Nah, pada artikel kali ini, yang akan dibahas yaitu instrumen dari kebijakan moneter.

a. Kebijakan Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)

Operasi pasar terbuka adalah salah satu cara kebijakan yang diambil bank sentral untuk mengurangi atau menambah jumlah uang beredar. 

Kebijakan ini dilakukan dengan cara:

  • Menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) jika ingin mengurangi jumlah uang beredar 
  • Membeli surat berharga di pasar modal jika ingin menambahkan jumlah uang beredar. 

Instrumen Operasi Pasar Terbuka: 

  1. Surat berharga bank sentral
  2. Surat berharga negera
  3. Surat berharga pasar uang 

b. Kebijakan Politik Diskonto (Discount Rate)

Politik diskonto adalah kebijakan yang dibuat oleh Bank Sentral (BI) untuk mengendalikan jumlah uang yang beredar dengan cara menaikkan atau mengurangi suku bunga bank.

Suku bunga bank sentral pada bank umum ya maksudnya. 

Misalnya saat bank umum mengalami masalah likuiditas sehingga harus meminjam pada bank sentral. 

Maka politik diskonto dilakukan dengan cara:

  • Untuk memperbanyak jumlah uang beredar, bank sentral menurunkan jumlah tingkat bunga bank sentral 
  • Sebaliknya, bank sentral akan meningkatkan suku bunga untuk mengurangi jumlah uang beredar

c. Kebijakan Cadangan Wajib Minimum (Reserve Requirement)

Ada persentase tertentu dari uang yang disetorkan nasabah yang tidak boleh dipinjamkan, disebut cadangan wajib. 

Bank sentral dapat membuat peraturan untuk menaikkan atau menurunkann rasio cadangan kas wajib yang harus dimiliki bank umum. 

mekanisme  kebijakan cadangan wajib minimum yaitu:

  • Untuk menambah jumlah uang beredar, bank sentral menurunkan rasio cadangan wajib. 
  • Untuk menurunkan jumlah uang beredar, bank sentral menaikkan rasio cadangan wajib. 

d. Pengaturan Kredit

Instrumen kebijakan moneter lain yang dapat digunakan bank sentral adalah kebijakan pemberian kredit.

Untuk mengurangi jumlah uang beredar, dapat diambil kebijakan kredit ketat. Sebaliknya, untuk meningkatkan jumlah uang beredar, kebijakan pemberian kredit dapat dilonggarkan.

e. Kebijakan Dorongan Moral (Moral Persuasion)

Instrumen kebijakan moneter berupa imbauan moral dapat dilakukan oleh bank sentral untuk mengontrol jumlah uang yang beredar melalui berbagai hal. 

Bank sentral dapat mengimbau bank-bank umum untuk menurunkan atau menaikan suku bunga pinjamannya.

Bank sentral dapat juga memengaruhi jumlah uang beredar dengan berbagai pengumuman, pidato, dan edaran yang ditujukan pada bank umum dan pelaku moneter lainnya. 

Isi pengumuman, pidato, dan edaran dapat berupa ajakan atau larangan untuk menahan pinjaman tabungan ataupun melepaskan pinjaman.

Semoga artikel ini membantu dalam proses belajarmu ya sobat RBD.

Sumber: 

​Tujuan K​​e​​bij​​akan Moneter. https://www.bi.go.id/id/fungsi-utama/moneter/default.aspx

Kebijakan moneter. https://www.bi.go.id/id/bi-institute/policy-mix/core/Documents/Kebijakan%20Moneter.pdf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *