Persilangan Dihibrid pada Pewarisan Sifat

Dihibridisasi atau persilangan dihibrid ialah suatu persilangan (pembastaran) dengan dua sifat beda.

A. Persilangan Dihibrid Dominan Penuh

Pada proses persilangan dihibrida dominan penuh antara tanaman Pisum sativum bergalur murni dengan dua sifat beda yang diamati, yaitu biji bulat berwarna kuning dengan galur murni biji kisut berwarna hijau. Gen R (bulat) dominan terhadap gen r (kisut) dan Y (kuning) dominan terhadap y (hijau).

Mendel menganggap bahwa gen-gen pembawa kedua sifat itu berpisah secara bebas terhadap sesamanya sewaktu terjadi pembentukan gamet. Hal ini kemudian dikenal sebagai Hukum Mendel II atau disebut juga Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas (The Law Independent Assortment of Genes). Jadi pada persilangan dihibrid YyRr, akan terbentuk gamet:

•           gen R mengelompok dengan Y = gamet RY

•           gen R mengelompok dengan y = gamet Ry

•           gen r mengelompok dengan Y = gamet rY

•           gen r mengelompok dengan y = gamet ry

Coba perhatikan skema persilangan di bawah ini!

persilangan dihibrid
Bagan persilangan dihibrid (Sumber: asset.kompas.com)

Dari kotak punnet di atas terlihat bahwa persilangan dihibrid menghasilkan perbandingan genotipe F2 sebagai berikut:

1 RRYY : 2 RRYy : 1 RRyy : 2 RrYY : 4 RrYy : 2 Rryy : 1 rrYY : 2 rrYy : 1 rryy

Sedangkan perbandingan fenotipe F2nya adalah sebagai berikut:

9 bulat kuning : 3 bulat hijau : 3 kisut kuning : 1 kisut hijau

B. Persilangan Intermediet

Ada kalanya dalam suatu persilangan akan memunculkan sifat baru yang berbeda dengan induknya karena adanya dominansi yang tidak penuh dari induknya, persilangan seperti ini disebut persilangan intermediet. Lalu pada dihibridisasi intermediet, perbandingan fenotipe F1 tidak sama dengan salah satu induknya melainkan mempunyai sifat di antara kedua gen dominan dan gen resesif. Contohnya pada persilangan tanaman bunga kelopak lebar warna merah (LLMM) dengan bunga kelopak sempit warna putih (llmm).

P bunga kelopak lebar warna merah        x        bunga kelopak sempit warna putih

LLMM                                                                llmm

 G                          LM                                                                    lm

F1                                                                LlMm

(Bunga kelopak sedang warna merah muda)

Bila F1 disilangkan dengan sesamanya, maka

P                             LlMm                      x LlMm

G                LM, Lm, lM, lm                                         LM, Lm, lM, lm

Perbandingan
GenotypeFenotipe
1 LLMM1 bunga kelopak lebar warna merah       
2 LLMm2 bunga kelopak lebar warna merah muda
1 LLmm1 bunga kelopak lebar warna putih
2 LlMM2 bunga kelopak sedang warna merah
4 LlMm4 bunga kelopak sedang warna merah muda
2 Llmm2 bunga kelopak sedang warna putih
1 llMM1 bunga kelopak sempit warna merah
2 llMm2 bunga kelopak sempit warna merah muda
1 llmm1 bunga kelopak sempit warna putih

Pada persilangan dihibrid intermediet menunjukkan perbandingan fenotipe F2 yang sama dengan perbandingan genotipe F2 nya.

Nah itulah Sobat RBD pembahasan kita kali ini seputar persilangan dihibrid. Semoga bisa membantu kalian belajar di rumah ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *